Quran Indonesia, Mushaf Digital Nan Lengkap

Bicara mushaf digital, saya termasuk orang yang rewel. Berkali-kali saya memilih mushaf, berkali-kali itu pula saya menguninstallnya. Saya pun mencoba yang berbayar, itupun masih belum memenuhi keinginan saya akan sebuah mushaf Al Qur’an yang nyaman.

Emangnya apa sih yang saya cari? … 

 

Cinta Kereta Api, Bukan Cinta Biasa…

Naik kereta api, tut tut tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma

Ayo kawanku cepat naik
Keretaku tak berhenti lama … 

 

101% Cinta Indonesia, Menertawakan Keseharian Melalui Komik

Saat membaca judulnya, awalnya saya menebak ini semacam komik yang menggugah kita untuk mencintai apapun yang berhubungan dengan ke-Indonesia-an. Setelah membuka halaman demi halaman, ternyata saya salah. Kumpulan komik dalam 101% Cinta Indonesia ini adalah kumpulan sindiran, olok-olok dan gurauan yang sangat dekat dengan keseharian kita, orang Indonesia. … 

 

Iklan di Bodi Kereta, Gimana Ya…

Beberapa hari lalu perlintasan kereta api Kemayoran, saya liat rangkaian Commuter Line yg majang iklan minuman energi. Sebenarnya, oke atau etidak sih ada iklan begini? Memang kenapa mesti ada iklan segala? Ga asik! Kata sebagian orang begini kali ya.. … 

 

Blusukan ke kampung binaan di Kapuk Muara, Jakarta Utara

Alhamdulillah, blusukan tim Muslim Information Technology Association (MIFTA) Divisi Sosial ke kampung binaan di Kapuk Muara, Jakarta Utara berjalan lancar. … 

 

Cuci Lokomotif? Yang Bener Ajeee!

Cuci motor? Biasa aja..
Cuci mobil? Standar banget..
Cuci Lokomotif? Hah??  … 

 

Sehari Menjadi “Tamu VIP” di Dunia Fantasi Ancol

Hari Sabtu (24/12) kemarin, saya beserta keluarga mengunjungi Dufan. Entah kapan terakhir saya ke Dufan, yang pasti saya terakhir ke sana, harga tiket masuknya cuma 15 ribu perak. Weyeh, jadul banget donk! Ya,gitu deh.. :D … 

 

Anakku, Bebanmu Kini…

Saya akan awali tulisan ini dengan sedikit tebak-tebakan. Coba lihat soal di bawah ini dan tebak ini soal kelas berapa. Jawaban yang tertera adalah jawaban yang mendapat contreng “benar” oleh guru.

Nina berumur 10 tahun. Dito usianya 2 tahun lebih muda dari Nina. Ani umurnya 6 tahun lebih tua dari Ani. Berapa umur Ani?
“Manfaat ketertiban dalam kehidupan adalah: (a) tercipta keadilan (b) setia kawan (c) keadaan aman”.
“Apa yang dimaksud dengan suara?”
“Apa yang dimaksud dengan data diri?”
“Apa fungsi Kartu Keluarga? Di mana membuatnya?”
“Apa guna tangan?” Anak saya menjawab: untuk mengambil. Jawaban ini disalahkan, menurut gurunya jawaban yang benar adalah: untuk memegang. Mmm.. kalau memegang, mulut juga bisa utk memegang 😀
“Sebutkan nilai yang terkandung dalam permainan Cici Putri”. Jawab: kepercayaan, melatih kesabaran, kreatif, mengenal nama hewan dan tumbuhan.
“We spell …. for letter R”. Jawab: AR
“My name is Deva. We spell?” Jawab: di-i-vi-ei
“Lengkapi pengelompokan berikut: (3+4)+2 = (4+2)+…. Jawab: 3
“Sembilan belas lambang bilangannya adalah…” Jawab: 19
“Di kelas ada 20 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Berapa selisih siswa perempuan dan laki-laki?” Jawab: 7

Jika Anda berpikir pelajaran di atas adalah untuk  “kelas 5 SD” atau “kelas 6 SD” atau bahkan “kelas 1 SMP” maka tebakan Anda meleset. Jawab: KELAS 2 SD !! … 

 

Akhirnya, “Pindah Rumah” Juga

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya blog saya yang selama ini  ”ngontrak” di ahsya.wordpress.com sudah punya rumah sendiri, atas nama sendiri, SHM :D Kenapa pindah dari gratisan ke berbayar? Toh menggunakan platform yang sama. … 

 

6 Jam Bersama KA Gaya Baru Malam Selatan

Tanggal 26 Oktober 2012 silam, saya mewakili keluarga untuk menunaikan ibadah qurban di kampung halaman ayahanda (alm). Lokasinya di Desa Kemranjen, Kebarongan, Banyumas, Jawa Tengah.

Begitu mendapat ‘perintah’ dari ibu untuk berangkat, langsung terbetik niat untuk naik kereta api. Awalnya saya ingin naik Purwojaya, relasi Gambir – Cilacap. Waktu tempuhnya yang hanya 6 jam membuat saya memilih kereta ini jika akan pulang kampung ke Jawa Tengah.

Namun niat nyepur menggunakan Purwojaya harus saya pertimbangkan ulang. Purwojaya berangkat pukul 06.30, sementara saya ingin sekali menunaikan shalat Ied bersama keluarga. Rasanya sedih saja, yang lain shalat Ied, saya kok malah di perjalanan :(

Tapi jadi bingung, kereta apa yang bisa berangkat siang dan tiba sore atau senja hari. Setelah melihat-lihat di Tiket.com, jatuhlah pilihan saya ke kereta Gaya Baru Malam Selatan. Ya, kelas ekonomi. Nggakmasalah. Sebagai edan spoor, naik kereta ekonomi justru lebih mengasyikkan. Naik Argo atau kereta eksekutif kadang bikin mati gaya :D

Tiket pun dibeli via online, dan saya tukarkan keesokan paginya di Stasiun Senen sambil berangkat kerja. Murah banget ya,Rp 35 ribu saja. Ini hari libur, jika hari biasa tiketnya dibandrol Rp 33.500 :O

Asyiknya naik kereta ekonomi adalah kebebasannya. Ya, bebas mau duduk di mana saja maksudnya hehe.. Dan seperti edan spoor lainnya, kesempatan ini tidak disia-siakan untuk hunting dan spot terbaik untuk itu di mana lagi, kalau bukan di bordes? :D

Perjalanan ini betul-betul menyenangkan, karena saya memang sudah lama tidak naik kereta ekonomi. Stasiun demi stasiun saya foto, saya capture suasana di sekitarnya, dan momen-momen lainnya. Betul-betul ngangenin. Salah satu nature penumpang ekonomi adalah gampang ngariung. Ya, baru sebentar duduk di bordes, sudah ada beberapa orang yang bergabung dan kami langsung akrab. Ada seorang bapak yang rumahnya di Surabaya dan tiap 2 minggu pulang kampung. Ada penjual parfum bernama Apoy yang masih kontak dengan saya sampai sekarang. Ada lagi seorang Bapak yang akan bepergian ke Cirebon bersama seisi keluarganya.

Dari sekian banyak orang, harga yang murah menjadi pilihan mereka menggunakan kereta. Naik bis ke Surabaya jelas mahal. Apalagi pesawat. Harga tiket di weekend jelas melambung dan hanya kereta yang terjangkau.